Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Penerimaan Keluarga Terhadap Odgj Di Poliklinik Rsjd Atma Husada Mahakam Samarinda

  • Nur Inda Marlidani Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Dwi Rahmah Fitriani
Keywords: Knowledge, Family Acceptance, ODGJ

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ di Poliklinik RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 71 responden dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis univariat dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan analisis Chi-Square.

Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 40 orang (56,3%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 25 orang (62,5%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 15 orang (37,5%) sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 31 orang (43,7%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 21 orang (67,7%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 10 orang (32,3%). Hasil dari uji statistik menunjukan p-value0,835 >a 0,05 yang artinya H0 diterima atau tidak ada hubungan bermakna.

Manfaat : Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dan referensi untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Nur Inda Marlidani, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Latar Belakang : Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keluarga dalam menerima anggota keluarga yang mengalami masalah gangguan jiwa.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ di Poliklinik RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 71 responden dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis univariat dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan analisis Chi-Square.

Hasil : Hasil penelitian terdapat 36 (100%) responden menyatakan beban keluarga ringan didapatkan 13 responden (33,3 Dari hasil penelitian didapatkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 40 orang (56,3%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 25 orang (62,5%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 15 orang (37,5%) sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 31 orang (43,7%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 21 orang (67,7%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 10 orang (32,3%). Hasil dari uji statistik menunjukan p-value 0,835 > a 0,05 yang artinya H0 diterima atau tidak ada hubungan bermakna.

Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ di Poliklinik RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Saran : Bagi Keluarga diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan, informasi, evaluasi keluarga dalam menerima anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Kata kunci: Pengetahuan, Penerimaan Keluarga, ODGJ.

Dwi Rahmah Fitriani

Latar Belakang : Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keluarga dalam menerima anggota keluarga yang mengalami masalah gangguan jiwa.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ di Poliklinik RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 71 responden dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis univariat dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan analisis Chi-Square.

Hasil : Hasil penelitian terdapat 36 (100%) responden menyatakan beban keluarga ringan didapatkan 13 responden (33,3 Dari hasil penelitian didapatkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 40 orang (56,3%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 25 orang (62,5%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 15 orang (37,5%) sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 31 orang (43,7%), yang dapat menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 21 orang (67,7%) dan yang kurang menerima dengan baik keluarga gangguan jiwa sebanyak 10 orang (32,3%). Hasil dari uji statistik menunjukan p-value 0,835 > a 0,05 yang artinya H0 diterima atau tidak ada hubungan bermakna.

Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerimaan keluarga terhadap ODGJ di Poliklinik RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Saran : Bagi Keluarga diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan, informasi, evaluasi keluarga dalam menerima anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Kata kunci: Pengetahuan, Penerimaan Keluarga, ODGJ.

Published
2020-08-31

Most read articles by the same author(s)