Hubungan antara Sosial Budaya dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi pada Etnis Dayak di Desa Pampang Samarinda

  • Muhammad Ridho Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Burhanto Burhanto
Keywords: Sosial budaya, Kualitas hidup, Penderita hipertensi, Etnis dayak, Desa pampang samarinda, Short form 36 (sf-36).

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui hubungan antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di desa Pamapang Samarinda.

Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif (non-eksperiment) dengan menggunakan metode pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat Desa Pampang Samarinda yang mengalami hipertensi sebanyak 60 responden. Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin dan mendapatkan hasil 52 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa: kuesioner sosial budaya yang di uji validitas dan kuesioner kualitas hidup SF-36 yang diisi sendiri oleh pengumpul data, dengan interview dan melihat status responden sosial budaya dengan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square. Ada hubungan bermakna antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di Desa Pampang Samarinda dengan hasil nilai P = 0.11

Hasil:Dari hasil uji hubungan antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di Desa Pampang Samarinda dilakukan dengan menggunakan rumus chi square dengan taraf signifikan α = 5% dengan nilai p = 0,011 yang berarti menolak hipotesis nol (HO), artinya terdapat hubungan yang bermakna antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak.

Manfaat:Penelitian ini dapat diterapkan menjadi bahan referensi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan dan mahasiswa keperawatan

Published
2019-12-23