Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Seksual Berisiko pada LSL (Lelaki seks lelaki) di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Samarida

  • Indasari Indasari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Kresna Febriyanto
Keywords: Pengetahuan, Perilaku seksual berisiko, LSL (Lelaki seks lelaki)

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL di wilayah kerja Puskesmas Temindung.

Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional yang menekankan pada dinamika korelasi antar faktor-faktor risiko dengan efek melalui cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian yang dilaksakan adalah seluruh jumlah pasien yang melakukan kunjungan pada bulan oktober, november, dan desember dan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus perhitungan besar sampel dari total populasi tersebut didapatkan hasil 91 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner secara tertutup dengan member beberapa pertanyaan dalam bentuk tertulis.Uji validitas dilakukan di Puskesmas Prapatan Balikpapan menggunakan skala Guttman dengan uji statistic Chi Square.

Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai p-value yaitu 0.045<0,05 berarti ada hubungan pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko. Dari 91 responden yang diteliti 45 responden berpengtahuan baik dan 46 berpengtahuan tidak baik, sedangkan untuk perilaku seksual 53 responden berperilaku seksual berisiko dan 38 berperilaku seksual tidak berisiko, sehingga terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL, karena perilaku yang tidak baik dipengaruhi oleh pengetahuan yang tidak baik pula.

Manfaat: Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber referensi dan sebagai bahan untuk menambah wawasan pembaca tentang perilaku seksual beisiko serta pembaca dapat mengetahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-08-31
Section
Kesehatan Masyarakat

Most read articles by the same author(s)