GAMBARAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL, ADAPTIF-MOTORIK HALUS, BAHASA, DAN PERSONAL SOSIAL PADA ANAK BALITA DENGAN METODE DDST II DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA

  • Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Keywords: balita, DDST II, perkembangan

Abstract

Anak balita merupakan usia yang rentan untuk terjadinya masalah gangguan perkembangan. DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Penilaian DDST ini menilai perkembangan anak dalam empat sektor, yaitu penilaian terhadap personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Penelitian ini dilaksanakan di 7 Posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Samarinda. Sampel penelitian adalah anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 113 balita. Pengumpulan data diperoleh melalui pengujian langsung terhadap anak yang bersangkutan melalui tes DDST II dan melakukan wawancara dengan orang tua responden. Analisis data menggunakan Univariat dengan mencari distribusi frekuensi. Hasil penelitian perkembangan balita pada aspek personal sosial yang normal sebanyak 84 balita (74.3%), advanced sebanyak 10 balita (8.8%), caution sebanyak 13 balita (11.5%) dan yang mengalami delay sebanyak 6 balita (5.3%).
Perkembangan balita pada aspek adaptif-motorik halus yang normal sebanyak 84 balita (74.3%), perkembangan balita yang advanced sebanyak 22 balita (19.5%), caution sebanyak 3 balita (2.7%) dan yang mengalami delay sebanyak 4 balita (3.5%). Perkembangan balita pada aspek bahasa sebagian besar balita yang normal sebanyak 80 balita (70.8%), advanced sebanyak 9 balita (8.0%), caution sebanyak 18 balita (15.9%) dan yang mengalami delay sebanyak 6 balita (5.3%). Perkembangan balita pada aspek motorik kasar sebagian besar balita yang normal sebanyak 85 balita (75.2%). advanced sebanyak 24 balita (21.2%), caution sebanyak 2 balita (1.8%) dan yang mengalami delay sebanyak 2 balita (1.8%).

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-06-05